"Kalau menurut saya MS Hidayat itu lebih karena profesional (ketua umum Kadin), walaupun dia juga kader Golkar. Sehingga bukan 3 tetapi 2,5 menteri," ujar Qodari saat dihubungi detikcom, Selasa (20/10/2009).
Dalam hitungan 'matematika' politik, Qodari menilai Golkar layak mendapat jatah 2,5 kursi menteri ini. Alasannya Golkar yang akan mendukung pemerintah mempunyai kursi 106 di DPR. Jauh lebih tinggi dari PKS yang punya 57 kursi, PAN dengan 46 kursi, dan PKB dengan 28 kursi. Namun, Golkar telat bergabung dengan SBY. Ini juga harus menjadi perhitungan.
"Dengan penguasaan kursi tersebut, seharusnya Golkar dapat 5 kursi menteri. Tapi kan Golkar masuk ke koalisi belakangan sehingga jatah 2,5 tersebut sudah layak," jelas Qodari.
Menurut Qodari, SBY mencari keseimbangan dalam penyusunan kabinet ini. Qodari juga menilai, pemberian kursi pada Golkar di kabinet tidak menjadi masalah untuk anggota koalisi yang lain.
"Hal itu bisa diterima, sejauh ini belum terdengar nada-nada miring dari partai koalisi," jelasnya.
Partai Golkar mengirim 3 kadernya untuk mengikuti audisi menteri SBY. Agung Laksono diplot sebagai menko kesra, Fadel Muhammad sebagai Menhut dan MS Hidayat sebagai Menperin.
(rdf/nvc)











































