Semburan lumpur Lapindo yang terjadi pada masa pemerintahan SBY-JK lalu, tetap menjadi pekerjaan rumah terberat bagi SBY-Boediono. Publik masih meragukan duet pemenang Pilpres 2009 itu bisa
menyelesaikannya.
Menurut survei yang dilakukan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), sekitar 52 persen publik tidak yakin SBY-Boediono mampu menyelesaikan kasus Lumpur Lapindo yang sudah menyembur selama 3 tahun lebih.
"Hanya 38 persen yang merasa yakin SBY-Boediono mampu menyelesaikan dalam 5 tahun ke depan," kata Kepala Divisi Penelitian LP3ES Fajar Nursahid dalam keterangan pers di kantor LP3ES, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (20/10/2009).
Survei dilakukan dengan metode wawancara melalui telepon rumah tangga di 33 provinsi. Pengumpulan data atau wawancara dilaksanakan pada 14-15 Oktober 2009 dengan 1.990 responden yang ditentukan secara acak sistematis (systematic random sampling). Ambang batas kesalahan (margin of error) dari survei diperkirakan +/- 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sementara itu, dalam menilai kemampuan SBY-Boediono untuk menyelesaikan kasus aliran dana Bank Century Rp 6,7 triliun, pendapat publik sama besar yakni yakin dan tidak yakin dalam menangani kasus itu.
"Bahkan bagi konstituen pemilih SBY sendiri, pendapat mereka terbelah dua hampir sama besar antara yang yakin dan tidak yakin pada kemampuan SBY-Boediono," imbuh Fajar.
Fajar menambahkan, survei tidaklah mewakilkan pendapat masyarakat secara umum, tetapi mewakili masyarakat pengguna telepon di 33 provinsi. Meski tidak bisa mengeksplorasi lebih lanjut soal alasan yakin dan tidak yakin dari responden, menurut Fajar, pendapat pengguna telepon dinilai tepat untuk memberikan penilaian terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.
"Kita bisa beri garansi valid dan sasih," pungkasnya.
Sebelumnya Polda Jatim telah mengeluarkan SP3 kasus dugaan pidana luapan Lumpur Lapindo.
(lrn/nik)










































