"Masih dalam penyelidikan apakah meninggal karena bunuh diri atau yang lain," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Kompol Sujudi Aryo Seto saat dihubungi detikcom, Selasa (20/10/2009).
Yasirin ditemukan sudah tak bernyawa oleh keluarganya pada Minggu (18/10) sore. Sujudi mengatakan, di pergelangan tangan kiri dan leher korban ditemukan luka sayatan bekas benda tajam.
"Kita menemukan pisau lipat dan sudah kita amankan," katanya.
Hingga kini, polisi terus melakukan penyelidikan terkait kematian Yasirin.Beberapa anggota keluarganya diperiksa sebagai saksi.
"Yang jelas kita tetap lakukan penyidikan. Mulai dari medical record, katanya dia sakit stroke dan sebagainya," jelasnya.
Keluarga Bantah Bunuh Diri
Sementara itu, Direktur BRI, Sofyan Basyir membantah kalau rekan kerjanya, Yasirin tewas akibat bunuh diri. Menurut Sofyan, Yasirin menderita stroke.
"Tidak benar kalau dia bunuh diri," kata Sofyan saat dihubungi detikcom, Selasa (20/10/2009).
Sofyan menuturkan, Yasirin sudah sebulan lebih sakit-sakitan dan menderita stroke. "Pernah dibawa ke RS Boromeus, Bandung, lalu dibawa ke Singapura," jelasnya.
Menurut Sofyan, saat kejadian Yasirin tengah berada di dalam kamar mandi. Namun, karena sudah terlalu lama di kamar mandi, keluarga akhirnya mendobrak pintu kamar mandi.
"Digedor ramai-ramai tidak dibuka. Pintu memang terkunci dari dalam," ungkap
Sofyan seperti yang dikatakan keluarga kepada dirinya.
Saat ditemukan, lanjut Sofyan, Yasirin sudah bersimbah darah. "Ada darah memang. Mungkin terjatuh," bebernya.
Menurut Sofyan, Yasirin dikenal sebagai orang yang baik dan berbudi. Selama
bekerja, Yasirin, tidak pernah terlibat kasus korupsi atau sejenisnya. "Tidak ada. Kalau ada kasus sudah ada catatannya," tegasnya.
Yasirin dikabarkan mengalami masalah pelik urusan perkantoran.
(mei/gus)