"Lebih baik (kabinet) yang sebelumnya, karena yang sekarang ini banyak kompromi masalah politik jadi kesannya Presiden didikte oleh parpol," ujar politisi Golkar Yuddy Chrysnandi usai bertemu mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) di kediaman JK, Jl Brawijaya II No 6, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2009).
Menurut Yuddy, pendapat tersebut juga diamini oleh JK. Dalam diskusinya bersama JK, kabinet sekarang tidak lebih baik dibanding sebelumnya.
"Secara umum komposisi kabinet yang ada sekarang tidak lebih baik dari yang sebelumnya," jelasnya.
Yuddy menerangkan, kabinet ke depan akan mendapat tantangan lebih berat. Karenanya, komposisi kabinet mesti didasarkan pada kualitas yang tinggi.
"Padahal tantangan ke depan akan lebih berat dengan kapasitas ini beban pemerintah makin berat," imbuh pria yang pernah mencalonkan diri sebagai ketua umum partai Golkar ini.
Meski begitu, lanjut Yuddy, ia tidak ingin berkomentar banyak soal kinerja. Yuddy mengajak agar semua pihak ikut mengawasi jalannya pemerintahan.
"Kita tunggu 100 hari pemerintah SBY dengan kabinet yang kedua," tandasnya.
Apakah ada pesan dari JK soal rencananya ke depan? Yuddy menjawab singkat.
"Pak JK bilang tenang aja, pengabdian itu bisa di mana aja. Parpol hanya alat untuk bantu masyarakat. Untuk hidup lebih baik dan sejahtera kalau punya cita-cita yang baik untuk rakyat itu tidak dibatasi oleh satu parpol saja," pungkasnya.
(ape/nrl)











































