Para aktivis dari berbagai organisasi ini menilai 5 tahun terakhir, pemerintahan SBY masih tergantung pada pihak asing. Setelah dilantik untuk kedua kalinya, bersama wapres baru Boediono, SBY diharapkan lebih berani.
Aksi digelar di Kawasan Simpang Lima, Selasa (20/10/2009). Lalu, mereka bergeser ke Bundaran Air Mancur, dan akhirnya menuju kantor DPRD Jateng.
Selain bendera, aktivis membawa poster bertuliskan "Hentikan intervensi asing", "Jangan sampai negara digadaikan", dan lain-lain.
Di gerbang kantor DPRD, mereka diizinkan masuk tapi tidak seenaknya. Polisi hanya membuka separuh pintu gerbang untuk memberi kesempatan aktivis melepas balon di area kantor DPRD.
Setelah aktivis Spartan bubar, gelombang aksi mengecam pelantikan SBY-Boediono masih muncul. Pada pukul 12.30 WIB, sejumlah aktivis Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) menggelar aksi di Bundaran Air Mancur.
Polisi dibuat sibuk dengan gelombang aksi mahasiswa. Satu bubar, satu baru mulai. Bahkan kadang aksinya berbarengan.
Tercatat, dalam sehari, ada lima kelompok yang berunjuk rasa mengecam pelantikan SBY-Boediono, yakni Cicak Jateng, PMII Jateng, Poros Semarang, Spartan, dan terakhir SMI.
Berbeda dengan sebelumnya, aksi kelompok terakhir ini tak dikawal polisi. Beruntung, pendemo segera membubarkan diri. Saat ini, cuaca di Semarang sangat terik.
(try/djo)











































