Susunan Acara Pelantikan Presiden - Wapres di Gedung MPR

Susunan Acara Pelantikan Presiden - Wapres di Gedung MPR

- detikNews
Selasa, 20 Okt 2009 08:41 WIB
Susunan Acara Pelantikan Presiden - Wapres di Gedung MPR
Jakarta - Jangan lewatkan menyaksikan pelantikan presiden - wapres hari ini, Selasa (20/10/2009). Maklum, momen ini hanya terjadi tiap 5 tahun saja. Setjen MPR telah menyusun acara pelantikan sedemikian rupa agar kegiatan ini berjalan lancar.

Pukul 09.20 WIB panitia mengharapakan agar seluruh tamu dari kepala pemerintahan negara sahabat sudah datang di gedung paripurna di Gedung DPR/MPR. Pukul 09.33 WIB, wapres terpilih (Boediono) maupun yang wapres yang akan demisioner (JK) hadir dalam ruang sidang. SBY dijadwalkan datang pada pukul 09.43 WIB dan akan masuk ruang VIP, bersama wakil lama dan terpilih.

"Diharapakan semua datang sesuai dengan jadwal awal," ujar Sekjen MPR Rohimullah pada detikcom, Selasa (20/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sambil menunggu di ruang VIP, ketiganya lalu naik lift VIP dan memasuki ruang sidang dan prosesi segera dimulai. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, setelah itu mengheningkan cipta.

"Baru setelah itu acara dibuka dengan pembukaan sidang paripurna oleh ketua MPR terpilih (Taufiq Kiemas-red)," tambah Rohimullah.

Setelah pidato pembukaan oleh Ketua MPR, maka selanjutnya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membacakan keputusan KPU mengenai penetapan capres dan wapres terpilih periode 2009-2014. Setelah itu presiden terpilih akan mengucapkan sumpah dan janjinya di hadapan para hadirin sidang yang kemudian dilanjutkan pengucapan sumpah dan janji wakil presiden.

"Sumpah dan janji presiden dan wakil presiden dilakukan bergantian, tidak bersamaan," tambah Rohimullah.

Setelah itu presiden akan dan wakil presiden akan menandatangani berita acara pelantikan bersama dengan Ketua DPR RI dan dilanjutkan dengan penyerahan berita acara pelantikan dari Ketua MPR ke Presiden.

Kemudian Ketua MPR akan mempersilahkan Presiden untuk menyampaikan pidato awal pada massa jabatannya di hadapan hadirin sidang. Setelah menyampaikan pidatonya, acara dilanjutkan dengan pembacaaan doa.

"Setelah doa penutupan sidang paripurna oleh Ketua MPR dan ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya," jelas Rohimullah.
(her/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini