Demikian papar Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng menutup rangkaian audisi calon menteri. Ini disampaikannya di pendopo kediaman pribadi SBY di Cikeas, Bogor, Senin (19/10/2009).
"Media massa tentu sudah memberitakan nama-nama para calon. Masyarakat silakan memberikan masukan dan penilaian, misal si ini begini dan si itu begitu," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja setiap masukan akan diverifikasi. Bila tidak aral melintang, seperti masalah pidana atau kondisi kesehatan yang ekstrim, maka si calon akan presiden lantik sebagai anggota kabinet," jelas Mallarangeng.
Menurutnya, kepada setiap calon menteri SBY selalu megingatkan bahwa lulus audisi dan tes kesehatan belum menjamin yang bahwa yang bersangkutan akan diangkat sebagai menteri. Bila ternyata ditemukan ada bukti-bukti kuat tersangkut masalah pidana atau lainnya yang prinsipil, bisa saja dilakukan penggantian sebelum upacara pelantikan digelar.
"Memang bisa dikatakan dengan audisi ini 90 persen peluangnya (jadi menteri), tapi tetap terbuka kemungkinan penggantian berdasar hasil pemeriksaan kesehatan atau masalah hukum sampai pelantikannya nanti. Makanya proses dibuat terbuka begini agar masyarakat bisa mengikuti dan kemudian memberikan masukannya," jelas calon Meneg Pora 2009-2014 ini panjang lebar.
(lh/irw)











































