"Pilihan ini sangat mengejutkan," ujar pengamat militer LIPI Jaleswari Pramowardhani saat dihubungi detikcom, Senin (19/10/2009).
Menurut Dhani, Purnomo harus bekerja ekstra keras di bidang pertahanan. Seorang Menhan, bukan saja harus tahu masalah seluk beluk pertahanan tetapi harus paham karakter masyarakat sipil dan identitas TNI yang kadang berseberangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dhani mempertanyakan pilihan SBY ini, menurutnya jika ingin Menhan berasal dari kalangan sipil maka SBY lebih baik memilih Hassan Wirajuda. Kemampuan Hassan dalam kerjasama internasional dipandang sebagai nilai plus daripada SBY memilih Purnomo.
"Pak Purnomo selama ini kan mengurusi perekonomian. Walau ada positifnya beliau seorang teknokrat, bukan seorang politisi," jelasnya.
Dhani menjelaskan Purnomo akan menghadapi berbagai permasalahan di bidang pertahanan. Terutama masalah kurangnya dana pertahanan.
"Jabatan Menhan sangat strategis. Di sini diuji supremasi sipil terhadap militer. Bisa marah TNI," katanya.
(rdf/iy)











































