Angin kencang yang melanda wilayah Dusun Tritis, Ngandong dan Dusun Turgo Desa Pakembinangun di lereng baratdaya Gunung Merapi atau di sebelah barat obyek wisata Kaliurang itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Akibatnya, sebuah sekolah di dusun tersebut sempat memulangkan siswanya karena banyak murid dan guru yang ketakutan.
Genting sejumlah rumah juga melorot jatuh. Beberapa di antaranya rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Namun demikian, kejadian ini tidak menyebabkan korban jiwa. Sebab saat kejadian sebagian besar warga masih berada di ladang.
"Tidak ada korban jiwa, meski sempat membuat warga ketakutan. Hanya genting rumah rusak dan pohon tumbang," kata Bambang salah seorang anggota/relawan komunitas Turgo Asri kepada detikcom, Senin (19/10/2009).
Menurut dia, cuaca di kawasan lereng Merapi sejak pagi hingga siang cerah. Namun sekitar pukul 10.00 - 11.00 WIB, angin tiba-tiba bertiup sangat kencang menuju ke arah Desa Pakembinangun dan Hargobinangun hingga Wonokerto dan Girikerto Kecamatan Turi yang bersebelahan.
"Debu beterbangan sehingga sempat membuat mata jadi pedih. Debu itu sepertinya berasal dari pasir yang ada di lereng Merapi," katanya.
Saat ini kata dia, sebagian warga masih ada yang memperbaiki genting rumah yang rusak. Pohon yang tumbang seperti pohon Melinjo dan Sengon juga sudah ditebangi dan dibersihkan.
Selain melanda kawasan lereng Merapi, angin kencang juga mengakibatkan aliran listrik di beberapa kecamatan sempat padam. Beberapa tempat yang sempat mengalami pemadaman di antaranya di kawasan Desa Sendangadi dan Desa Tlogoadi di Jl Magelang Km 6 di Kecamatan Mlati serta di beberapa desa di Kecamatan Ngaglik Sleman.
Sementara itu berdasartkan data di kantor BMKG Yogyakarta angin kencang yang sempat terjadi di beberapa wilayah di Yogyakarta arahnya tidak beraturan. Hal itu sebabkan karena saat ini merupakan musim pancaroba yang ditandai suhu udara yang panas. Suhu udara di wilayah Yogyakarta juga panas berkisar sekitar 32 derajat Celcius.
(bgs/djo)











































