Seperti biasanya dalam rapat paripurna MPR, kelompok DPD memberikan sambutan. Sudah menjadi tradisi sambutan itu diawali dengan penghormatan kepada pimpinan MPR, namun nama Farhan Hamid dilompati jubir DPD.
"Tadi kita memang sengaja tidak menyebut nama Farhan karena tidak mengakui posisinya sebagai pimpinan MPR," kata Wakil Ketua Kelompok DPD di MPR Muhammad Asri Anas dalam sidang Paripurna MPR membahas tatib MPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak akan pernah menyebut nama Farhan dalam rapat MPR," imbuhnya.
Mengenai rencana boikot pelantikan Presiden, Asri masih berkomitmen akan melanjutkan. Dirinya bersama beberapa teman DPD tidak akan hadir karena permintaan Farhan diganti tidak digubris.
"Saya tetap tidak akan menghadiri pelantikan besok. Teman-teman juga demikian cuma saya tidak tahu berapa jumlahnya," tandasnya.
Sebelum beberapa anggota DPD berencana memboikot pelantikan Presiden. Hal ini disebabkan permintaan DPD agar Wakil Ketua MPR dari unsur DPD, Ahmad Farhan Hamid.
Perlu diketahui rapat paripurna DPD tidak memunculkan nama Farhan Hamid sebagai wakil DPD di MPR, namun Farhan malah terpilih jadi Wakil Ketua MPR dari unsur DPD.
(van/nrl)











































