Drama Bocah 'Terbawa' Balon Udara Bohong Belaka Demi Reality Show

Drama Bocah 'Terbawa' Balon Udara Bohong Belaka Demi Reality Show

- detikNews
Senin, 19 Okt 2009 11:53 WIB
Drama Bocah Terbawa Balon Udara Bohong Belaka Demi Reality Show
Fort Collins - Drama bocah 6 tahun terbang terbawa balon udara di Colorado, AS, yang sempat mengguncangkan masyarakat dunia ternyata hanyalah sebuah kebohongan belaka. Kebohongan itu disengaja oleh orang tua si bocah karena ingin mendapatkan sebuah kontrak reality show.

Informasi disampaikan oleh Kepala Kepolisian Larimer County Jim Alderden, Colorado, dalam sebuah jumpa pers, seperti dilansir AFP, Senin (19/10/2009).

Jim mengatakan orang tua bocah, Richard Heene dan Mayumi, sengaja menciptakan 'drama' tentang anaknya yang ikut terbawa terbang dalam balon udara helium buatan sang ayah. Dikatakan dia, kedua orang tua bocah, yang bertemu pertama kali dalam sebuah kelas akting di Hollywood, berhasil memperdaya polisi yang mengira mereka benar-benar frustasi akibat 'drama' tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak diragukan lagi, mereka memang menampilkan pertunjukan akting yang sangat baik dan kami terbawa di dalamnya. Kedua orang ini adalah aktor. Kami diperdaya oleh keluarga ini dan media pun juga. Rencana mereka adalah menciptakan situasi di mana Falcon, anak mereka, berada dalam bahaya sehingga mendapatkan banyak publikasi media. Dengan demikian, tujuan mereka untuk menjadi terkenal akan tercapai dan kemungkinan karir mereka semakin terbuka untuk mendapat kontrak dengan sebuah reality show," jelas Jim.

Falcon Hanee, bocah 6 tahun jadi perhatian dunia karena terbawa terbang bersama balon udara. 5 Jam kemudian dia ditemukan. Bukan ditemukan di dalam balon udara yang telah mengempis itu, melainkan di loteng garasi rumahnya! Dengan demikian, bocah itu sejatinya tidak terbawa terbang.

Ikhwal kisah ini dimulai saat saudara Falcon berteriak bahwa adiknya berada di dalam balon udara yang tengah mengudara tersebut. Orangtua Falcon panik, demikian juga dengan para tetangganya. Pencarian besar-besaran pun dilakukan. Helikopter diterbangkan. Jutaan mata menyaksikan heli yang membawa kamera itu menempel balon udara. Kejadian ini terjadi pada Kamis 15 Oktober 2009 waktu setempat. (nvc/nrl)


Berita Terkait