Penilaian itu disampaikan oleh beberapa pemimpin redaksi media massa saat memberikan kesan terhadap JK dalam acara pertemuan di Pendopo Rumah Dinas Wapres di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2009).
Beberapa pemimpin media massa yang mendapat kesempatan berbicara mengaku bahwa JK egaliter. JK kerap bertindak seperti bukan pejabat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa pemimpin media yang menyampaikan hal yang sama. Mendengar kesan ini, JK tampak berkaca-kaca.
Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Toriq Hadad juga menceritakan pengalamannya. Toriq mengaku Tempo berkali-kali menjadikan JK sebagai cover storynya.
"Tulisan di Tempo lebih banyak mengkritisi tentang Pak JK, termasuk soal heboh helikopter Badan Penanggulangan Bencana. Tapi, Pak JK tidak pernah mengancam pers meski dikritik," kata Toriq.
Terhadap hal ini, JK masih ingat ditulis Tempo sebagai cover story sebanyak empat kali. "Tapi saya berterima kasih, karena kritikan-kritikan itu membuat saya membuat sistem yang lebih baik. Kritik itu harus didengar, kalau tidak didengar, bahaya negeri ini," ujar dia.
(asy/nrl)











































