"Keadaan kritis dan darurat ekologis ini dipicu oleh kebijakan pembangunan yang bercorak eksploitatif, liberal, berorientasi pasar, dan tidak berkelanjutan secara ekologis," ujar Direktur Eksekutif Nasional Walhi Berry Nahdian Forqan dalam siaran pers kepada detikcom, Minggu (18/10/2009) malam.
Berry menambahkan, negara, pemodal dan sistem pengetahuan modern telah mereduksi alam menjadi onggokan komoditi yang bisa direkayasa dan dieksploitasi demi keuntungan ekonomi jangka pendek. "Sehingga pada gilirannya, berbagai bencana seperti kebakaran hutan, gagal panen, banjir, dan kekeringan telah menjadi bencana yang diderita rakyat dari tahun ke tahun," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT










































