"Tim verifikasi sedang turun sampai tanggal 21 Oktober. Tanggal 19 Oktober Menko Kesra dan Menko Perekonomian koordinasi membahas berapa jumlah yang didapat tiap rumah. Tanggal 21 Oktober akan ada hasil perumusan data jumlah kerugian dan kerusakan dari tim verifikasi," kata Gubernur Sumbar, Gumawan Fauzi.
Hal itu dikatakan Gumawan usai menjalani tes kesehatan untuk para calon menteri di RSPAD, Jakarta, Minggu (18/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara uang lauk sudah didistribuskan 2 kali sehari selama 10 hari. Bantuan sebanyak 3.100 kelas darurat dan 6.000 ton beras juga sudah didistribusikan.
"Kondisi terkini, evakuasi dihentikan. Semua yang meninggal sudah diidentifikasi kecuali di kuburan massal," kata Gumawan.
Posisi Menteri
Mengenai posisi di kabinet yang akan dijabatnya, Gumawan mengaku belum tahu. Yang jelas dia memastikan posisinya sebagai menteri tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan di Sumbar.
"Kalau sistem sudah jalan dan tidak figure oriented, gubernur tidak pernah
kosong. Mekanismenya sudah ada sedemkian rupa. Kalau gubernur tidak ada, wakil yang menggantikan. Mudah-mudahan tidak terganggu," kata Gumawan.
Dia menambahkan, hal yang menonjol dari Sumbar adalah pembangunannya yang berkembang pesat. Waktu SBY pergi ke Sumbar, Gumawan memaparkan di hadapan SBY tentang perkembangan Sumbar.
"Penduduk miskin di bawah 10 persen, pengangguran berkurang hingga di bawah 8 persen. Pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen. Kami rata-rata di atas nasional," terang Gumawan. (sho/iy)










































