"Penyakit paling sering adalah sakit tenggorokan, batuk, dan sesak nafas. Ini terutama disebabkan udara kering dan infeksi kuman, tetapi juga diperberat karena kebugaran tubuh merosot dan tenaga terkuras," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan (Depkes) Tjandra Yoga Aditama dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (18/10/2009).
Menurut Tjandra, sakit menetap seperti sakit gula dan sesak nafas karena asma atau gangguan paru lainnya dapat kambuh di Tanah Suci. Jamaah dengan sakit menetap juga rentan terhadap penularan penyakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tjandra menambahkan, jamaah harus waspada jika mengalami tanda-tanda dini sakit atau penurunan kebugaran. Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai:
1. Mulai tidak mau makan.
2. Mulai capek pergi ke masjid, sementara jamaah lain masih aktif ke masjid.
3. Sakit dini dan tidak segera diobati, maka sakitnya segera akan menjadi berat.
4. Kecapekan dan stres karena tersesat.
5. Jamaah yang memiliki sakit menetap berisiko mudah kambuh dan dapat timbul penyakit lain.
(sho/iy)










































