Berlokasi di balai RT 29, Jalan Tambak Asri 340, Surabaya, Minggu (18/10/2009), belasan warga Kremil berdoa agar SBY-Boediono tidak salah memilih para menteri.
"Karena masa depan bangsa ini untuk 5 tahun ke depan ada di tangan mereka," ujar humas Persatuan Warga Kremil (PWK) Daniel Lukas Rorong dalam rilis yang diterima detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain warga Kremil, aksi ini juga diikuti oleh perwakilan para PSK dan mucikari yang menghuni kompleks lokalisasi Tambak Asri atau lebih dikenal dengan nama lokalisasi Kremil. Selain itu hadir pula perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus partai politik, dan karang taruna. Mereka dengan khusyuk berdoa, bahkan sampai berlinang air mata.
βKami berharap agar pemerintahan yang akan dibentuk Pak SBY dapat lebih memperhatikan nasib wong cilik (rakyat kecil) seperti kami ini,β ujar Sutini (55), salah satu mucikari, seraya terisak usai doa bersama.
Selain itu mereka juga menggelar doa bersama untuk korban gempa Padang, Sumatera Barat. Usai doa bersama, mereka melanjutkan aksi dengan menggalang dana untuk para korban gempa. Mereka berkeliling seraya mengedarkan kotak bertuliskan 'Dukamu, Duka Kami' dan 'Aksi Solidaritas Warga Kremil untuk Korban Gempa di Sumatera Barat.'
(sho/iy)











































