Mengenakan kaos warna merah, ribuan demonstran menuduh pemerintah menunda petisi yang berisi pemberian maaf kepada Thaksin, yang lengser sejak 2006 lalu akibat tuduhan kasus korupsi.
Polisi memperkirakan, sekitar 17 ribu massa pro-Thaksin bergerak menuju gedung-gedung pemerintahan. Massa terus meneriakkan yel-yel anti-pemerintah dan mengelu-elukan Thaksin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalian semua datang ke sini untuk meminta pemberian maaf oleh raja yang terkesan disembunyikan oleh pemerintah lantaran takut dengan kembalinya saya ke Thailand," ujar Thaksin membakar massa.
Thaksin menambahkan, dalam memperjuangkan hak-haknya yang selama ini dia anggap dipangkas oleh negara, dirinya akan merebutnya kembali secara damai. Dia pun meminta kepada para pengikutnya untuk tidak mengedepankan kekerasan.
"Kita akan berjuang dengan cara damai. Kita harus damai, dan dengan kekuasaan Tuhan, kita akan raih kembali hak-hak kita," pungkas Thaksin yang mengaku datang dari Papua Nugini.
(anw/anw)











































