Rombongan Agria Swara sebanyak 50 orang, terdiri dari tim paduan suara dan official, disambut Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Mohamad Oemar dan Ny. Dewi Oemar, para staf dan masyarakat Indonesia di Roma.
Hampir satu jam Dubes Oemar dan DCM Yuwono A. Putranto menunggu di halaman, karena bus yang membawa para kampiun mengalami hambatan lalulintas. "Akhirnya rombongan tiba tepat pukul 20.45 waktu setempat," tutur Counsellor Musurifun Lajawa kepada detikcom, Rabu malam atau Kamis (15/10/2009) pagi waktu Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada kelezatan mampu menandingi lezatnya kuliner Nusantara ini," ujar Nyonya Oemar, disambut riuh rendah para anggota Agria Swara. Berhari-hari di negeri orang, tiba-tiba ditraktir bakso dan kerupuk udang, siapa tak girang? Sebagian bahkan merajuk bahwa mereka telah berhari-hari belum makan, karena belum ketemu nasi. Padahal hampir tiap hari mereka ketemu pizza dan spaghetti.
Dubes Oemar dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas prestasi Agria Swara menjuarai The Rimini International Choral Competition di Rimini, Italia, dengan menyisihkan tim-tim dari Amerika Serikat (AS), Ceko, Estonia, Hungaria, Inggris, Italia, Macedonia, Polandia, Rusia, Slovakia, Slovenia, Ukraina, Venezuela.
"Kemenangan ini melengkapi prestasi putera-puteri Indonesia di tingkat internasional lainnya. Ini merupakan bukti nyata bahwa bangsa kita mampu mengungguli bangsa-bangsa lain," tandas Oemar.
Menurut Oemar, dengan semangat untuk selalu berprestasi, kerja keras dan disiplin pada generasi muda di bidang masing-masing seperti ditunjukkan oleh Agria Swara, Indonesia akan mengalami lompatan kemajuan luarbiasa dalam 20 tahun mendatang.
Sementara itu Pembina Agria Swara Agus Lelana menyampaikan salam dari rektor dan terimakasih mewakili IPB dan mahasiswa atas dukungan penuh Dubes Oemar dan jajarannya, sehingga mereka bisa berkonsenstrasi pada kompetisi dan meraih juara.
"Kami juga tak menduga akan diperhatikan begitu detilnya. Sampai-sampai Pak DCM mengantarkan pizza, bahkan air minum. Bagi kami itu tentu tambahan gizi dan energi," papar Lelana.
Ditambahkan bahwa Agria Swara IPB bukan sekadar juara, melainkan meraih empat gelar juara sekaligus, yakni gelar prestisius Juara Umum, Konduktor Terbaik, Medali Emas Kategori Campuran, dan Medali Emas Kategori Pria.
"Prestasi ini sejalan dengan ambisi IPB menjadi perguruan tinggi internasional," demikian Lelana.
Seusai jamuan makan malam, Agria Swara unjuk kebolehan dengan menyanyikan lagu Kerraben Sape (Madura), Nyiur Hijau, Sigulempong (Sumatera Utara), dan Cing Cangkeling (Jawa Barat). Selanjutnya rombongan menuju bandara dan dijadwalkan tiba di tanah air Jumat kemarin.
(es/es)











































