"Waktu ujiannya tentu beda-beda, lihat saja kalau keluarnya cepat berarti tidak bermutu. Metode ini seperti menguji mahasiswa, kalau dipandang mampu akan ditanya terus dikorek habis-habisan," ujar Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (17/10/2009).
Lain lagi jika SBY merasa yang diwawancara memiliki pengetahuan mumpuni, SBY pun tak segan-segan menambah rentetan pertanyaan. Bagi mereka yang tidak terlalu dilirik, paling banyak hanya dua atau tiga pertanyaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama dilihat bagaimana sosoknya, kalau berwibawa dan meyakinkan tentu akan lama di dalam," lanjutnya.
Menurut Arbi SBY memang menggunakan metode ini supaya audisi menteri tidak bertele-tele. Mengingat rencana SBY akan mengumumkan kabinetnya tanggal 21 Oktober nanti.
"Ini seleksi hampir seratus orang, yang diambil cuma dua pertiganya, jadi harus cepat," tandasnya.
(van/djo)











































