Polisi Gelar Pertemuan dengan MUI Makassar

Pin Bergambar Nabi Muhammad

Polisi Gelar Pertemuan dengan MUI Makassar

- detikNews
Jumat, 16 Okt 2009 15:39 WIB
Makassar - Polresta Makassar Timur menggelar pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar untuk membahas beredarnya pin bergambar pria yang disebutkan sebagai Nabi Muhammad. Pertemuan tersebut digelar untuk merumuskan langkah yang tepat terkait kasus itu.

Pertemuan itu digelar di Mapolresta Makassar Timur, Jl Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Jumat (16/10/2009). Pertemuan berlangsung hampir 2 jam.

Ketua MUI Makassar, KH Arifudin Ahmad, usai pertemuan mengatakan, pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang. Masyarakat, kata Arifudin, jangan terprovokasi dan melakukan tindakan main hakim sendiri terkait kasus tersebut.

"Kita juga tadi meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. Jika benar ada niat melecehkan umat Islam, pemilik atau pengedarnya harus ditindak tegas," kata Arifudin.

Sementara itu Wakapolres Makassar Timur, Kompol Ridwan mengatakan, pertemuan ini dilakukan untuk mencari masukan dari masyarakat dan tokoh Islam mengenai kasus peredaran pin tersebut. "Masukan MUI dan tokoh masyarakat sangat signifikan dan diperlukan," ujar Rindwan.

Mengenai dua pria yang diamankan polisi terkait kasus ini, Ridwan mengatakan, keduanya masih dalam pengawasan petugas. Status keduanya juga masih sebagai saksi.

"Tapi jika ditemukan adanya pelanggaran, tidak tertutup kemungkinan status mereka berubah menjadi tersangka," ungkap Ridwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah pin bergambar wajah pria yang disebutkan sebagai Nabi Muhammad beredar di Makassar. Gambar pria dalam pin tersebut mengenakan sorban putih dan masih muda.

Terkait kasus ini polisi sudah mengamankan dua orang pria, yakni Irianto dan Bahanda. Salah satunya, yakni Bahanda, adalah orang yang pertama kali memiliki pin tersebut. Dia mengaku memperoleh pin tersebut saat kuliah di Iran.

Saat pulang ke Indonesia, dia membawa 20 buah pin dan sejumlah stiker sebagai oleh-oleh untuk teman-temannya di organisasi Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI). Namun tidak semua pin tersebut bergambar Nabi Muhammad, tapi juga bergambat Imam Ali bin Abi Thalib dan ulama Syiah lainnya.

(mna/djo)


Berita Terkait