Mogok Makan, 2 Pencari Suaka Sri Lanka Masuk RS

Mogok Makan, 2 Pencari Suaka Sri Lanka Masuk RS

- detikNews
Jumat, 16 Okt 2009 15:31 WIB
Mogok Makan, 2 Pencari Suaka Sri Lanka Masuk RS
Merak - Dua imigran Sri Lanka pencari suaka perlindungan masuk rumah sakit di Cilegon, Banten. Hal terjadi karena mereka melakukan aksi mogok makan guna memaksa status pengungsi dari PBB.

Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (16/10/2009).

Petugas imigrasi dan TNI AL terus melakukan negosiasi dengan para pencari suaka berjumlah 255 orang ini. Mereka telah sandar di pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, sejak Minggu (11/10).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Banten Harry Purwanto mengatakan kapal telah terbagi dua, antara imigran yang bersedia menerima akomodasi sementara dan bersedia mengikuti prosedur aplikasi pengungsi biasa, dengan imigran yang masih tetap memilih bertahan di kapal. Hanya para pria di kapal, sekitar 150 orang, yang menolak untuk makan dan 2 di antaranya telah dibawa ke rumah sakit karena dehidrasi.

Dikatakan Harry, akan ada beberapa bus yang datang ke Pelabuhan Merak untuk membawa para imigran yang bersedia meninggalkan kapal dan menerima akomodasi sementara.

"Sekitar 70 persen dari mereka masih tetap bertahan di kapal sementara beberapa lainnya bersedia untuk pergi," jelas dia.

Salah seorang juru bicara kelompok imigran pencari suaka, Alex, mengatakan kondisi para imigran sangat lemah.

"Kami sangat lemah dan kami tidak tahu berapa lama kami bisa bertahan dalam kondisi seperti ini. Kami sedang dalam aksi mogok makan, jadi kamu harus menyimpan energi," jelasnya.

Para imigran yang melakukan aksi mogok makan dan masih bertahan di kapal menyatakan mereka akan terus bertahan sampai ada jaminan bagi mereka untuk mendapatkan status pengungsi dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) yang merupakan badan khusus PBB bagi para pengungsi.

Para imigran memilih melarikan diri dari Sri Lanka karena mereka merasa terancam untuk tinggal di sana setelah pemerintah berhasil mengalahkan pemberontak Macan Tamil. Meskipun demikian, mereka menolak dikatakan sebagai kelompok separatis.

(nvc/nrl)


Berita Terkait