Harfianto dipanggil Yang Kuasa pada Kamis (15/10/2009) pukul 22.15 WIB, setelah 6 hari berjuang untuk tetap hidup di ICU RS Siti Rahmah Padang. Jurnalis yang juga aktivis jebolan Fakultas MIPA jurusan Kimia Universitas Andalas itu mengalami kecelakaan lalu lintas ketika ia turun tangan membantu menyalurkan bantuan untuk korban gempa Sumbar di sela kesibukannya memburu berita pada Sabtu (10/10/2009) di Jalan M Hatta Pasar Baru, Padang. Sepeda motor yang ditungganginya tertabrak truk yang juga membawa bantuan untuk korban gempa.
Selama dirawat di ruang ICU, Anto (demikian dia biasa disapa) yang langsung koma saat kecelakaan, tidak pernah lagi sadarkan diri. Benturan keras di kepalanya membuat tim medis RS Siti Rahmah yang dibantu sejumlah dokter spesialis dari RS Soetomo yang kebetulan menjadi dokter relawan gempa tidak dapat berbuat banyak.
Jenazah almarhum Anto di bawa keluarganya untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kapuh, Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, Jumat (16/10/2009). Pelepasan jenazah kelahiran Kapuh, 21 Oktober 1982 yang dikenal rajin dan pendiam itu dipimpin Wali Kota Padang Fauzi Bahar. Selain dilepas oleh rekan sejawatnya sesama jurnalis, kepergian Anto menuju peristirahatan terakhirnya juga dilepas oleh sejumlah pejabat daerah.
"Kepergiannya sudah menjadi kehendak Tuhan dan kita harus merelakan bagaimanapun pahitnya. Kami betul-betul merasa kehilangan atas kepergiannya,” ujar Hendra Makmur, Ketua AJI Padang yang juga rekan sejawat Anto semasa hidupnya.
Selain sebagai jurnalis di Harian Posmetro Padang, semasa hidupnya Harfianto Gani tercatat sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Padang. Ia sosok pendiam namun dikenal memiliki komitmen kuat terhadap profesi. Di dunia maya ia pemilik webblog www.orangmiskin.wordpress.com. Beberapa saat sebelum kecelakaan naas menimpanya, Harfianto sempat mengupdate statusnya di facebook: "Mulai saat ini menghitung mundur menuju 1011010".
(yon/djo)










































