"Negonya untuk mendapatkan departemen apa, bukan berapa," tutur seorang anggota tim pemenangan SBY-Boediono kepada detikcom, Jumat (16/10/2009).
Menurutnya setiap parpol anggota koalisi sudah paham berapa jatah pos kebersamaan dalam pemerintahan yang menjadi jatahnya. Tidak ada yang mengajukan kadernya lebih dari kuota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika pos tersebut sudah terisi oleh yang lain, ya kita minta mereka kirim jagoan baru untuk ditempatkan di pos lain. Ini yang alot prosesnya karena kan mereka tentu ngotot tetep di pos pilihannya," tutur pria ini.
(lh/nrl)











































