Pengacara Munawaroh, Asludin Hatjani membantah kabar seram tersebut. Tersangka teroris yang diduga menyembunyikan Noordin M Top itu tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.
"Selama ketemu dengan saya nggak pernah ngomong gitu. Nggak Ada. Saya ada mendampingi dia saat melihat jenazah suaminya. Nggak ada bicara seperti itu," kata Asludin kepada detikcom, Jumat (16/10/2009).
Selain isu soal balas dendam, Munawaroh juga dikabarkan pernah mengecoh petugas rumah sakit dengan membuka cadarnya dan kabur dari ruang Cenderawasih 3 lantai III RS Polri. Munawaroh pun akhirnya ketahuan oleh salah seorang petugas setelah di lantai I dan akhirnya kembali diamankan.
"Nggak ada kabur, dia nggak pakai cadar. Dia pakai jilbab," ujarnya.
Munawaroh ikut ditangkap dalam penggerebekan di rumahnya di Mojosongo, Solo, pada 17 September lalu. Dalam penggerebekan itu, Densus sudah menyuruh Munawaroh keluar dari rumah, namun Munawaroh menolak. Akhirnya Munawaroh pun ikut terserempet peluru.
Dalam penggerebekan di Solo, Noordin M Top, Ario Sudarso alias Aji, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Susilo yang adalah suami Munawaroh tewas.
Menurut Kepala Tim DVI Brigjend Pol Eddy Suparwoko, Munawaroh juga sempat meminta agar ditembak mati. "Putri Manawaroh bilang kenapa saya tidak ditembak mati saja," kata Eddy.
(gus/iy)











































