“Sebagai orang yang tahu seluk beluk kejaksaan, tentunya jaksa karier dalam melakukan reformasi birokrasi bisa menyesuaikan dengan kultur yang ada. Meski demikian, tak menutup kemungkinan jaksa non karier juga bisa melakukannya,” kata Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy saat dihubungi lewat telepon, Kamis (15/10/2009).
Romahurmuziy mengatakan, Jaksa Agung sebaiknya ditempati oleh figur yang memiliki kompetensi spesifik. Untuk itu, pihaknya menyarankan agar posisi Jaksa Agung nantinya diisi oleh jaksa karier. Sehingga, ketika nantinya terjadi reformasi kejaksaan tidak terjadi guncangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jamintel Iskamto punya rekam jejak yang bagus. Tapi semuanya tergantung Presiden terpilih,” ujarnya.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Mustafa Kamal berpendapat serupa. Menurut dia, tugas utama Jaksa Agung mendatang adalah reformasi kejaksaan. Untuk itu, diperlukan figur yang mengetahui betul seluk beluk kejaksaan untuk merealisasikannya.
“Sebaiknya memang diambil dari jaksa karier karena sudah paham persoalan,” terang Mustafa. (mad/mpr)











































