Seperti dilansir AFP, Kamis (15/10/2009), kapal tersebut dibajak di perairan Hindia saat menuju pelabuhan Kenya.
Sebuah sumber di perairan maritim mengatakan, penyerangan itu terjadi pada Kamis pagi waktu setempat. Lokasi kejadian tidak jauh dari aksi pembajakan sebelumnya terhadap kapal ikan milik Perancis.
Peristiwa ini juga dibenarkan oleh pusat keamanan laut Uni Eropa. Sementara, pihak Singapura saat ini sedang melakukan proses pencarian bersama pemilik kapal dan instansi terkait.
Aksi bajak laut di perairan Somalia bukanlah hal baru. Sedikitnya ada 6 pembajakan dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa korban yang tercatat adalah kapal Spanyol, kapal ikan Taiwan, Ukraina, Jerman dan Turki.
(mad/mpr)











































