Demikian kata Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi sebelum ikuti rapat kabinet
terbatas, Kamis (15/10/2009) sore. Rapat berlangsung di Kantor Setneg Jl.
Majapahit, Jakarta.
"Tanah di Sumbar banyak tanah adat dan suku. Ada partisipasi famili, semacam
gotong royong. Kalau dibangun rumah bersama yang seperti di Aceh kurang pas," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden minta dipikirkan penanganan seperti BRR atau Jogja atau model lain. Kalau saya cenderung Jogja dengan muatan lokal," ujar Gamawan tentang materi presentasinya.
Sekaligus dirinya juga akan melaporkan telah dihentikannya kegiatan pencarian korban tewas. Sebab reruntuhan dan longsoran yang menimbun korban dinilai sudah tidak mungkin untuk digali.
"Presiden juga minta dipresentasikan operasi pencarian sudah dihentikan, ada 200 korban tertimbun tidak mungkin lagi dicari," ujarnya.
(lh/mad)










































