Busway, Waterway, Subway, Ujung-ujungnya My Way

Busway, Waterway, Subway, Ujung-ujungnya My Way

- detikNews
Kamis, 15 Okt 2009 16:22 WIB
Busway, Waterway, Subway, Ujung-ujungnya My Way
Jakarta - Jakarta telah memiliki busway, waterway dan berencana untuk membuat subway. Tapi, ujung-ujungnya, masyarakat Jakarta lebih memilih my way, atau mencari jalan masing-masing untuk bisa bertahan dalam kemacetan Jakarta.

Ungkapan ini dilontarkan pengamat transportasi Bambang Susantono dalam peluncuran bukunya di sebuah toko buku di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, (15/10/2009).

"Sungguh ironis bukan?," katanya singkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menilai, permasalahan transportasi di Jakarta saaat ini lebih diserahkan kepada individual atau pasar. Padahal, di negara-negara maju, tidak semuanya diserahkan ke pasar. Pemerintah tetap memegang peranan dan pengelolaan.

"Akibat banyaknya operator individu, kita tidak punya angkot yang nyaman. Dulu, kita punya, waktu orde lama. Sekarang diserahkan ke pasar. Akhirnya ya, my way," tambahnya.

Akibat kusutnya sistem transportasi, masyarakat akhirnya memilih menggunakan sepeda motor. Maraknya pengendara motor karena ketidakmampuan pemerintah menyediakan angkutan umum yang nyaman.

"Akhirnya dipilihlah motor yang praktis dan murah," tambahnya.

Menurut pakar komunikasi, Effendi Ghazali, masyarakat juga telah kecewa dengan busway yang dulu memberi harapan. Pada awalnya, harapan masyarakat meningkat ketika operasional busway berjalan. Tapi nyatanya perawatan tidak ada, halte rusak dan sebagainya.

"Jangan terlalu percaya pada komunikasi jika performance tidak ada. Nantinya yang muncul adalah kekecewaan," paparnya.
(asp/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads