"Ini bagian dari kampanye cuci tangan. Mudah, murah, dan dapat menghilangkan ancaman berbagai penyakit," kata Nurulita Novi, penyelenggara di SDN 12 Pagi, Bendungan Hilir, Jl Taman Benhil, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2009).
Sebelum diadakan cuci tangan ramai-ramai, siswa SD diajak mengikuti lomba menggambar. Mereka diajak berimajinasi mengenai kuman, kesehatan, dan cuci tangan. Tak heran, gambar-gambar imajinatif tercipta di antara anak-anak kecil tersebut.
"Ini efektif mencegah diare serta penyakit terkait perilaku hidup sehat. Minimal 5 kali yakni saat mandi, sebelum dan sesudah makan, serta setelah ke toilet," imbuh Novi.
Menurut catatannya, diare dan Inveksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) telah membunh 4 juta anak-anak di negara berkembang. Selain itu, budaya cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun dapat membantu mengurangi tingkat kematian anak balita. (Ari/sho)











































