8 Perempatan di Jaktim Sering Dilanggar, Polisi Tilang 1.885 Kendaraan

8 Perempatan di Jaktim Sering Dilanggar, Polisi Tilang 1.885 Kendaraan

- detikNews
Rabu, 14 Okt 2009 17:32 WIB
Jakarta - Data Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Timur mencatat sedikitnya terdapat 8 perempatan yang sering dilanggar oleh pengguna kendaraan bermotor roda empat dan roda dua. Selama tiga hari pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2009 saja, Satlantas Polres Jaktim menilang 1.885 kendaraan bermotor.

"Kedelapan lokasi itu paling banyak dilakukan pelanggaran baik angkutan umum, pribadi dan pengendara sepeda motor,"ujar Kasat Lantas Polres Jakarta Timur, Kompol Ardana saat dihubungi wartawan, Rabu (14/10/2009).

Dari 1885 kendaraan yang ditilang, penggaran paling banyak dilakukan oleh bikers yakni 968 orang. Sisanya, polisi menilang 217 angkutan umum ditilang dan 204 mobil pribadi.       

Menurut Ardana, kedelapan perempatan tersebut merupakan lokasi yang sering dilanggar diantaranya menerobos lampu merah. Kedelapan lokasi itu adalah perempatan Cawang, I Gusti Ngurah Ray, Terminal Pulogadung, Terminal Kampung Melayu, Terminal Kampung Rambutan, Pondok Kopi, Stasiun Cakung dan sekitar Taman Mini Indonesia Indah.

Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2009 selama sepuluh hari kedepan mulai tanggal 12-22 Oktober. Penindakan dilakukan bagi seluruh pengguna kendaraan baik angkutan umum, pribadi dan motor.

" Misalnya lawan arus, tidak pakai helm, perlengkapan kendaraan tidak lengkap, ngetem di sembarang tempat dan menaikkan serta menurunkan penumpang sembarangan," lanjut Ardan.

Ardan berharap dengan penindakan tersebut, diharapkan masyarakat lebih sadar arti keselamatan di jalan. Dalam operasi ini seluruh kekuatan lalulintas di wilayah Jakarta Timur di terjunkan ke titik yang dianggap rawan pelanggaran.

"Jika melakukan pelanggaran berat kami akan ambil tindakan untuk dikandangkan. Dalam operasi tiga hari yang kami gelar ada dua bus yang kami bawa karena melakukan kesalahan berat kami kandangkan busnya," pungkas Ardan.

(mei/ndr)


Berita Terkait