"Biasanya tidak sampai membunuh, paling hanya perasaan takut saja," kata psikolog anak Rani I Noe'man saat berbincang dengan detikcom, Rabu (14/10/2009).
Namun Rani mengaku belum mengetahui pasti apa yang sebenarnya terjadi pada M. "Post traumatic syndrome itu manifestasinya banyak sekali. Saya harus bertemu M dulu untuk bisa tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan dia," lanjut psikolog dari Yayasan Kita dan Buah Hati ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus ada evaluasi psikologis, dengan data-data yang lengkap, kita akan tahu sebenarnya apa yang terjadi dan baru bisa menilai bagaimana kondisi M," kata Rani.
Sebelumnya diberitakan, menurut keterangan polisi, M mengaku telah membunuh ibu angkatnya dengan menggunakan balok kayu, martil dan pisau. Setelah memukul Etty dengan kayu saat nonton televisi, M memartil ibu angkatnya itu.
Tak berhenti sampai di situ, M juga mengaku menusuk punggung Etty dengan pisau dan menyeretnya ke parit. Namun pengakuan ini masih didalami oleh penyidik Polres Jakarta Timur.
(ken/iy)











































