"Belum ada informasi. Coba saya telusuri dulu," kata Kabid Humad Polda NAD, Kombes Pol Farid Ahmad kepada detikcom, Rabu (14/10/2009).
Farid mengatakan, polsek setempat belum ada menyampaikan adanya informasi yang sudah meresahkan masyarakat tersebut atas laporan seorang warga bernama Fakrul (19). Bisa saja Fakrul mengalami halusinasi.
"Takutnya halusinasi. Polisi setempat kan pasti memeriksa dia ada kelainan atau tidak," imbuhnya.
Fakrul pun nantinya akan diproses apakah akan dikenakan tindak pidana karena sudah meresahkan masyarakat atas isu yang disebarkan atau tidak. "Tergantung kejadiannya bagaimana. Isu itu membahayakan orang lain atau sudah benar-benar meresahkan masyarakat nggak," tegasnya.
Fakrul menuturkan pada suatu malam itu ia hendak tidur di kamar rumahnya, ia merasa ada binatang di dalam kamar yang mirip seekor kucing. Lantaran merasa terganggu, ia kemudian mengusir binatang tersebut. Namun, saat Fakrul hendak mengusir dengan tangannya, kucing tersebut menyerang.
Tiba-tiba binatang itu menjelma menjadi manusia, yakni seorang wanita berkulit putih, berambut panjang, dengan tinggi badan mencapai dua meter, dan bentuk badannya besar ramping.
Wanita itu mencoba menggigit lehernya sehingga terjadi perkelahian sengit selama sekitar satu jam. Fakrul mengaku leher bagian kanannya sempat digigit hingga terluka. Karena wanita itu sangat kuat, Fakrul sempat menarik rambut panjang wanita jadi-jadian itu dan menghantam kepalanya ke kosen pintu. Meski wanita yang berubah menjadi kucing hitam itu dibanting, ia tidak apa-apa.
(gus/nwk)










































