"Kalau kita diminta mengisi kabinet, kita akan menyiapkan kader-kader terbaik agar dapat membantu mensukseskan pemerintahan 5 tahun ke depan," kata politisi senior Golkar Akbar Tandjung.
Hal itu disampaikan dia usai Syukuran atas Penghargaan Penjaminan Mutu Terbaik Universitas Tahun 2009 dari Depdiknas kepada Universitas Islam Indonesia (UII) dan Penghargaan Sertifikat ISO 9001 kepada Fakultas Hukum UII di rumah dinas Ketua MK Mahfud MD, Jl Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terlepas ada tidaknya kader dalam pemerintahan atau di luar, yang terpenting fungsi itu dijalankan," jelas Akbar yang sekarang menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Golkar itu.
Menurut Akbar yang mengenakan berbatik cokelat tersebut, setelah Munas VIII, Golkar dan juga Ketua Umum yang baru, Aburizal Bakrie (Ical), akan menentukan ke arah mana memberikan dukungan. Seluruh kader Golkar diharapkan mendukung, termasuk ketua umum yang digantikan Ical, Jusuf Kalla.
"Kalau pada saat pemilihan Pak JK itu berpihak kepada Surya Paloh, sekarang ini Pak JK harus menghormati. Karena pada saat Pak JK terpilih jadi ketum, saya menghormati Golkar dalam pemerintahan," pungkas Akbar.
(irw/nrl)











































