M Menyesal Membunuh Ibu Angkatnya

Bocah SD Bunuh Ibu Angkat

M Menyesal Membunuh Ibu Angkatnya

- detikNews
Rabu, 14 Okt 2009 12:13 WIB
M Menyesal Membunuh Ibu Angkatnya
Jakarta - Bocah SD kelas 1 berinisial M (10) menyesal telah membunuh ibunya. Penyesalan itu diungkapkan pada Kak Seto dari Komnas Perlindungan Anak yang menemuinya di Polres Jaktim.

Kak Seto menjenguk M selama 30 menit di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jaktim. Mengenakan batik hitam bercorak bunga-bunga warna merah, M tampak tenang dan bercerita dengan lancar. "Tidak ada keterbelakangan mental," ujar Kak Seto, Rabu (14/10/2009).

Kepada Kak Seto, bocah yang tak memiliki orangtua kandung karena tergerus musibah tsunami Nias 2004 itu, mengaku sering mendapat kekerasan dari ibu angkatnya, Etti Rochyati (55), seperti dihina, dikambinghitamkan dan kekerasan fisik lainnya. Stres yang menumpuk akibat musibah tsunami juga makin mendorongnya berbuat nekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terlebih dalam usia 10-12 tahun, M masih sangat labil. Sudah menjadi yatim piatu karena tsunami Aceh, terus mendapat orang tua angkat yang keras. Terakumulasilah semua penderitanya," kata Kak Seto.

M ikut orangtua angkatnya selama 2 tahun terakhir. Sebelumnya, dia diasuh oleh tetangga Etty Rochyati. Sebelum dianggkat anak oleh Etty, M mendapat kekerasan fisik seperti dipukul, ditendang atau ditampar. Di tangan Etty, M pun mengalami hal yang tak jauh beda.

Bocah malang itu sering dicaci, dimaki dan menjadi kambing hitam setiap ada kehilangan barang atau masalah di lingkungan keluarga. "Bagaimana pun M juga merupakan korban kekerasan orang tua angkatnya. Mmossi memiliki tingkat stres yang cukup tinggi," ujar Kak Seto

M selama ini ingin sekali pulang kampung ke keluarganya di Nias. Keinginan itu tidak pernah terwujud karena terbentur biaya. "Dua sering mengeluh dengan penghinaan yang dilakukan ibunya," pungkas Kak Seto.

(asp/nrl)


Berita Terkait