"Ini korban dari tindak kekerasan yang bertumpuk," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi melalui telepon, Rabu (14/10/2009).
Pria yang akrab disapa Kak Seto ini menuturkan, M dibawa seorang anggota TNI pada 2004 lalu. Saat itu diketahui ibu dan ayah angkatnya meninggal dunia karena tsunami dan gempa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kak Seto diminta Polres Jakarta Timur untuk membantu menangani kasus pembunuhan oleh M ini. Selaku psikolog anak, Kak Seto pun sempat mengobrol dengan M.
"Karena sudah tidak tahan mendapat tekanan dan penghinaan, dia terpaksa melakukan pembunuhan. Dia menyesali, memang kasus ini harus lebih dalam dikaji," terangnya.
Kak Seto menilai, bocah kelas 1 SD ini pada dasarnya memiliki kejiwaan yang normal. "Dia anak yang cukup cerdas, ini hanya problem emosional, dia membutuhkan kasih sayang," tutupnya.
(ndr/nrl)











































