"Kita datang ke sini dalam rangka melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian," kata Ketua KPK sementara Tumpak Hatorangan Panggabean di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2009).
Tumpak mendatangi Mabes Polri didampingi 4 pimpinan KPK lainnya yakni M Jasin, Haryono Umar, Waluyo dan Mas Achmad Santosa. Rombongan keluar dari Mabes Polri sekitar pukul 10.10 WIB.
Dikatakan dia, kerjasama ini dilakukan karena KPK menyadari tanpa dukungan dari pihak kepolisian dan kejaksaan, KPK tidak dapat melakukan tugas dan wewenangnya secara maksimal dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.
"Dalam UU KPK juga mengatakan demikian. Kejaksaan dan Kepolisian adalah counter partner yang kondusif. Oleh karena itu, kerjasamanya harus bersinergi dalam pemberantasan korupsi," ujarnya.
Apa ini upaya damai KPK dengan kepolisian? "Saya rasa sejak dulu, kapolri dan KPK tidak ada yang namanya perang-perangan. Tidak ada saing-saingan. Jadi bukan cerita damai dan tidak damai. Karena memang tidak ada peperangan antara KPK dan Polri. Semua yang terjadi sesuai proses yang dihasilkan sesuai proses hukum," papar Tumpak.
Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) menyambut baik kerjasama itu.
"Itu suatu hal yang kita sambut baik dan positif bahwa kita akan bersinergi. Dengan demikian, kerjasama antara KPK dan kepolisian harus lebih baik dari waktu yang lalu. Kita akan mencoba merevisi MoU yang kemarin," ujar BHD.
Masalah Bibit dan Chandra bagaimana? "Tidak ada masalah. Pemeriksaan tetap berjalan," kata BHD.
(aan/iy)











































