Syahrir Ditangkap Duluan, Saat Akan Diborgol Melempar Bom dan Lepas

Penggerebekan di Ciputat

Syahrir Ditangkap Duluan, Saat Akan Diborgol Melempar Bom dan Lepas

- detikNews
Rabu, 14 Okt 2009 10:30 WIB
Syahrir Ditangkap Duluan, Saat Akan Diborgol Melempar Bom dan Lepas
Jakarta - Polisi terpaksa menembak mati Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir saat penggerebekan di Ciputat, Tangerang, Banten. Sebelum ditembak, Syahrir ternyata sudah ditangkap terlebih dahulu dan lepas.

"Sudah ditangkap duluan. Saat akan diborgol, ia melempar bom pipa lalu lepas. Lari ke arah Syaifudin. Polisi lalu melempar gas dan menembak," kata Direktur Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (13/10/2009).

Yayasan Prasasti Perdamaian merupakan yayasan yang melakukan pendampingan dan rehabilitasi narapidana terorisme. Kantor yayasan terletak di Gedung Atrium Senen, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, polisi mengaku terpaksa menembak mati dua buron teroris tersebut karena ada perlawanan. Bahkan dari seorang saksi di lapangan, salah seorang polisi juga sempat terluka.Kronologi penggerebekan berdasarkan saksi mata di lapangan, Iwan Wahyudi menyatakan, sekitar pukul 11.30 WIB terdengar 5 sampai 6 kali tembakan di kos-kosan yang terletak di Jl Semanggi 1, Ciputat tersebut.

Kosan berlantai dua itu dikepung sekitar 25 orang anggota Densus 88. Pasukan Densus yang berseragam lengkap dengan senjata laras panjang itu kemudian mulai merangsek ke lantai dua kosan itu. Di lantai itu terletak kamar dua orang buruan polisi tersebut yakni kamar nomor 15.

Tembakan kemudian kembali terdengar sekitar pukul 11.45 WIB. Terdengar juga bunyi kaca-kaca yang pecah dari lantai dua kosan itu. Sekitar pukul 12.00 WIB ada ambulans yang mengambil jenazah. (gus/iy)


Berita Terkait