"Pak Ical punya preferensi memasukkan Rizal karena dia sudah lama bekerjasama dengan Rizal," ungkap Wasekjen Golkar Musfihin Dahlan ketika ditanya alasan Ical memasukkan Rizal dalam kepengurusan DPP Golkar, Rabu (14/10/2009).
Musfihin membenarkan jika Rizal memang baru saja tercatat sebagai anggota Golkar. Jika merunut pada persyaratan AD/ART yang mensyaratkan minimal 5 tahun menjadi pengurus DPP atau DPD untuk menjadi pengurus DPP, Rizal jelas tidak memenuhi syarat itu.
Tetapi dalam tata tertib penyusunan kepengurusan DPP hasil Munas Riau, formatur diberi keleluasaan mengambil tokoh-tokoh yang dianggap berpotensi membesarkan partai.
"Jadi (AD/ART) itu diabaikan," terang orang dekat Akbar Tandjung ini.
Menghadapi kerasnya penolakan internal partai terkait masuknya Rizal, Musfihin mengungkapkan, Ical akan memberikan penjelasan pada 20 Oktober mendatang.
"Nanti akan dijelaskan Ketum pada peresmian seluruh pengurus harian dan Dewan Pertimbangan tanggal 20 Oktober," tutupnya.
Dalam kepengurusan DPP Partai Golkar, Rizal duduk sebagai Ketua Bidang Pemikiran dan Kajian Kebijakan. Saat nama Rizal dibacakan menjadi pengurus DPP, seluruh peserta Munas VIII Golkar kompak menyahuti "Huuuuu....".
Rizal tercatat pernah memimpin Freedom Institute, lembaga think thank yang didirikan Ical yang salah satu programnya adalah mengadakan Ahmad Bakrie Award. Dia juga menjadi staf khusus Ical sebagai Menko Kesra.
(Rez/nrl)











































