Korban masih sempat menunggu suaminya, Amir yang sedang mengantar anaknya ke Cawang, Senin 12 Oktober. Saat suami mengantar anaknya tersebut, korban masih sempat menghubungi Amir dan mengingatkan agar cepat pulang. "Karena sehabis Magrib akan pergi kondangan," kata tetangga korban, Manurung (44), menirukan pengakuan Amir kepada wartawan di TKP, Selasa, (13/10/9/2009).
Rupanya suami korban terjebak macet dan sampai di rumah malam hari. Saat Amir sampai di rumah, istrinya sudah tidak ada. Amir langsung mencari istrinya namun sampai malam hari tak kunjung ditemukan. "Dia juga menanyakan ke sejumlah saudara dan tetangga," tambahnya.
"Awalnya Pak Amir nganter anaknya yang hendak ke Bandung. Nah, tadi pagi, istri saya ingin menjemur pakaian melihat di sela-sela tembok rumah yang ada selokannya. Istri saya melihat sesosok mayat yang tertelungkup dangan pisau menancap di punggungnya," pungkasnya.
(asp/anw)










































