sebagian akan diambil dari APBN 2009 dan 2010.
"Akan direhabilitasi sampai semua seperti sebelum terjadinya gempa," kata Dirjen Pendidikan Islam Depag, Mohammad Ali saat jumpa pers di Hotel Treva, Cikini, Jakarta, Selasa (13/10/2009).
Depag mencatat, akibat gempa di Jabar, Sumbar dan Jambi beberapa waktu lalu,
ratusan sarana pendidikan agama Islam rusak. Mulai dari pondok pesantren,
Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsnawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA).
Untuk Ponpes, Depag akan mengalokasikan dana sebesar Rp 11,56 miliar. Sedangkan untuk RA sebesar Rp 2,58 miliar, MI sebesar Rp 28,6 miliar, MA sekitar Rp 9,4 miliar dan MTs senilai Rp 26,9 miliar.
Beberapa pendidikan tinggi agama Islam yang rusak akibat guncangan gempa di 3 provinsi tersebut juga tidak luput dari perhatian Depag Rp 40,7 miliar sudah siap digelontorkan untuk biaya rehabilitasi.
Selain dari APBN, menurut Ali, dana rehabilitasi juga sebagian akan diambil dari sumbangan Australia. Negeri kanguru tersebut siap menyumbang bagi penanganan gempa sebesar US$ 17 juta.
Sementara itu Direktur Madrasah Depag, Firdaus Basani menjelaskan, dalam
menyurvei kerusakan gempa pihaknya akan memakai data dari 2 sumber. Yang pertama data dari daerah mengenai. Selanjutnya, tim dari Depag akan berangkat untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.
"Alhamdulillah, jumlah dana yang diperlukan hampir mendekati angka pasti," pungkas Basuni.
(mok/anw)











































