"Sebanyak 1327 relawan sudah kembali ke negaranya masing-masing dan yang masih bertahan di Sumbar hingga saat ini sebanyak 771 orang. Mereka masuk ke sini untuk memberi bantuan melalui sejumlah lembaga internasional," ujar Kapolda Sumbar Brigjen Wahyu Daeni, dalam keterangan persnya di Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, jalan Sudirman Padang, Selasa (13/10/2009).
Dikatakan Kapolda, selama berada di Sumbar para relawan asing tersebut berada di bawah pengawalan dan pengawasan Polri. Koordinasi pelaksanaan tanggap darurat pasca gempa 7,9 SR di Sumbar, menurut Kapolda, juga berlangsung dengan baik dan terorganisir.
"Tujuan mereka datang ke sini baik dan sudah menjadi tanggungjawab kita untuk menjaga keselamatan mereka di sini. Untuk tanggap darurat, Polda Sumbar mengerahkan 2000 personel yang disebar di berbagai lokasi," ujarnya.
Lebih lanjut Kapolda Sumbar mengatakan, jajarannya selama proses tanggap darurat berhasil mengamankan dan sudah memproses 11 penjarah yang beroperasi di rumah-rumah warga. Di luar itu, pihaknya menilai tidak ada gangguan Kamtibmas yang berarti selama tanggap darurat.
Kondisi Sumbar pasca gempa, nilai Kapolda, sudah jauh membaik dan bantuan dari sejumlah Polda lain, seperti Polda Sumsel dan Sumut sudah mulai dikembalikan ke unit kerja masing-masing.
"Kita juga sudah mengembalikan 2 helikopter ke Mabes Polri. Saat ini masih tinggal 2 helikopter lagi yang dioperasikan memberikan bantuan ke kawasan terpencil yang tidak terjangkau Satkorlak. Kita punya waktu hingga 15 oktober mendatang untuk tanggap darurat. Tapi, bila diperlukan kita dapat memperpanjang," demikian Kapolda Sumbar.
(yon/djo)











































