"Kami akan membentuk tim untuk menelusuri bagaimana sebenarnya pengakuan Clara. Apakah benar dia pendaki Indonesia pertama yang berhasil sampai di puncak Everest. Karena saat ini, kabarnya tidak ada bukti yang menguatkan," kata Adhyaksa kepada detikcom, Selasa (13/10/2009).
Adhyaksa menjamin bahwa kementerian yang dipimpinnya akan memperhatikan Clara. "Tetap diperhatikan. Bantuan pendanaan untuk Ibu Clara juga sudah dilakukan. Bahkan, beberapa waktu lalu Ibu Ani Yudhoyono juga kasih bantuan," kata Adhyaksa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentang penolakan izin yang pernah diminta Clara ke Menpora untuk mendaki lima gunung lainnya, Adhyaksa mengatakan, izin diberikan tidak begitu saja. Sebab, untuk ekspedisi pendakian gunung ada asosiai yang terlibat. Permintaan dana Rp 17 miliar, juga bukan masalah yang mudah.
"Apalagi saat itu, Ibu Clara ada masalah dengan kejiwaannya dan juga adanya kontroversi tentang pendakian Everest selama ini. Kami akan memberi izin kalau data-datanya jelas," kata dia.
Adhyaksa juga menyampaikan bahwa pemerintah telah berupaya memberi penghargaan terhadap para atlet. "Ada 5.000 atlet berprestasi yang kita angkat sebagai pegawai negeri tiap tahun," ujar dia.Β
(asy/nrl)











































