Korupsi Pangkal Terorisme

Korupsi Pangkal Terorisme

- detikNews
Selasa, 13 Okt 2009 13:30 WIB
Korupsi Pangkal Terorisme
Jakarta - Korupsi adalah pangkal kejahatan, termasuk terorisme. Korupsi yang menyebabkan kemiskinan membuat orang miskin mau direkrut untuk menjadi pengebom bunuh diri.

"Sudah ada 9 orang lokal, sejak Bom Bali. Itu (pengebom lapangan) orang susah semua. Nggak ada yang konglomerat. Miskin semua, karena orang miskin mudah dipermainkan," ujar pemerhati terorisme yang juga penulis buku 'Terorisme' Kolonel TNI AU Adjie Suradji.

Hal itu disampaikan dia saat bedah buku 'Terorisme' di Gedung Setwapres,
Kompleks Istana Wapres, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2009).

Menurut Adji, di mana ada kemiskinan dan pengangguran, maka  di situlah tumbuh kejahatan seperti narkoba dan terorisme. Dan penyebab lahirnya kemiskinan dan pengangguran itu adalah akibat nyata dari korupsi yang sistemik.

"Korupsi itu akar dari segala bentuk kejahatan (the roots of evil) dan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Dampak kehancuran korupsi jauh lebih besar dibanding aksi teroris, karena menghancurkan seluruh sendi kehidupan. Kerugian yang diakibatrkan tak hanya materiil tapi juga nilai immateriil yang tak terukur," jelas pria berkumis yang masih aktif sebagai Staf Operasi di Mabes TNI AU ini.

Memburu koruptor, imbuh Adjie, jauh lebih sulit daripada memburu teroris.
"Simpel saja. Memburu teroris itu sudah cukup pakai Densus 88. Kalau koruptor angel (susah). Kalau kabur ke luar negeri ya selesai," tukasnya.

Selain itu, pemerintahan dan sistem birokrasi yang buruk menyebabkan perilaku korupsi yang bisa menjadi habitat penyebaran terorisme. Pemerintahan birokrasi di Indonesia itu masih bersifat patrilineal (kebapakan), di mana raja-rajanya adalah para pejabat.

"Paradigmanya itu kekuasaan sebagai sumber rezeki. Selama belum bisa dihilangkan (paradigma) pemerintah yang seperti ini, rakyat Indonesia tetap begini-begini saja. Birokrasi adalah kerajaan yang rajanya para pejabat, reformasi birokrasi masih berjalan di tempat," tukas dia.

Adjie juga menyoroti keanehan tiap tahun anggaran negara bertambah, tapi
kemiskinan tidak berkurang, malah cenderung bertambah.

"Saya tidak mengatakan Indonesia buruk. Tapi dari sini kita sudah bisa melihat, di mana ada persemaian kelompok teroris yang cepat, di situ ada sistem yang tidak benar, ya hasilnya kemiskinan itu," jelasnya.

Untuk memberantas perilaku korupsi itu, perlu keberanian dan komitmen moral. "Membutuhkan pemerintahan yang bersih dan political will. Jadikan terorisme dan korupsi sebagai musuh bersama," seru Adjie.

(nwk/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads