pasar. Sebab, trend investasi yang mulai membaik dapat saja menjadi pesimis bila komposisi kabinet hanya mengakomodasi kepentingan tertentu.
"Jika ternyata susunan kabinet terlalu akomodatif, bisa jadi justru memudarkan optimisme pasar,"´kata pengamat ekonomi politik dari Universitas Atma Jaya Jakarta, A Prasetyantoko, saat dihubungi wartawan, Senin (12/10/2009).
Menurut catatan Prasentyantoko, investasi dan aliran dana jangka pendek akhir-akhir ini menguat. Nilai tukar rupiah hingga ke level Rp 9.300-an per dolar, mengangkat indeks menembus level 2.500-an (naik sekitar 80%) serta memperkuat cadangan devisa yang kini sudah mencapai $ 62.287 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penilain positif dari banyak lembaga internasional ini sangat mempengaruhi 'psikologi' investor. Ini yang patut dijaga terutama menghadapi pengumuman susunan kabinet," imbuhnya.
(Ari/rdf)











































