"Ya saya sepakat idealnya hidup. Namum sesuai kenyataannya, kalau yang membahayakan ditembak," jelas anggota Kompolnas Adnan Pandu Praja di Jakarta, Senin (12/10/2009).
Dia menyadari, bila teroris melakukan perlawanan, tentunya petugas tidak punya pilihan lain, yakni harus diambil tindakan tegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penggerebekan di Ciputat, Jumat 9 Oktober 2009 ini polisi menembak mati Syaifudin Zuhri dan Syahrir. Saat digerebek, menurut polisi, keduanya melakukan perlawanan dengan melemparkan bom tangan berdaya ledak rendah.
(ndr/iy)











































