Ical Pimpin Golkar, Pendukung JK, Yuddy, dan Paloh Tersingkir

Ical Pimpin Golkar, Pendukung JK, Yuddy, dan Paloh Tersingkir

- detikNews
Senin, 12 Okt 2009 14:58 WIB
Ical Pimpin Golkar, Pendukung JK, Yuddy, dan Paloh Tersingkir
Jakarta - Terpilihnya Aburizal Bakrie (Ical) sebagai Ketua Umum Partai Golkar membawa implikasi buruk bagi para pendukung Jusuf Kalla (JK), Surya Paloh, dan Yuddy Chrisnandi. Orang-orang dekat ketiga tokoh Golkar ini tidak diberi tempat dalam kepengurusan Ical.

"Dengan sendirinya didominasi pemenang. Karena memang daya tarik yang ditawarkan Ical adalah uang dan posisi di pemerintahan. Dengan sendirinya golongan yang menang main sikut karena kalau tidak akan mengurangi jatah uang dan kekuasaan," kata pengamat politik UI Arbi Sanit saat dihubungi detikcom, Senin (12/10/2009).

Berdasarkan penelusuran detikcom, dari susunan pengurus DPP Golkar 2009-2014 yang disusun oleh tim formatur, tidak terdapat orang-orang yang menjadi pendukung JK maupun Paloh. Kebanyakan adalah orang-orang baru yang dibawa oleh Ical dan Akbar Tandjung.

Orang-orang yang sebelumnya berdiri di belakang JK tidak ada yang dipasang. Sebut saja misalnya Syamsul Muarif, Iskandar Mandji, dan Poempida Hidayatullah. Orang-orang yang menjadi tim sukses Surya Paloh seperti Jefri Geovani, Ariadi Ahmad, dan Edison Betaubun juga tidak diakomodir oleh Ical. Demikian juga Yuddy Chrisnandi dan para pendukungnya seperti Indra J Pilliang juga tidak dimasukkan dalam susunan pengurus.

Nama-nama yang masuk justru nama baru yang belum teruji di Golkar. Sebut saja misalnya Rizal Mallarangeng dan Titiek Soeharto. Dua nama ini menjadi sumber kontroversi mengingat keduanya sama sekali tidak pernah berkiprah di Golkar.

Tim Paloh menilai penunjukan nama-nama baru sebagai pengurus DPP Golkar itu sebagai bentuk pelanggaran terhadap rekomendasi Munas. Sebab Munas mengamanatkan dipilihnya orang-orang yang memiliki kualifikasi mumpuni dalam DPP Golkar.

"Dari segi rekomendasi itu jelas-jelas tidak sesuai. Dalam rekomendasi disebutkan komposisi kepengurusan harus memasukkan pengurus yang memiliki kualifikasi mumpuni. Tapi ada beberapa nama yang kita lihat standar-standar saja," kata juru bicara tim sukses Surya Paloh, Ariadi Ahmad.
(sho/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads