Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian, Anton Apriantono seusai membuka acara Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXIX di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Senin (12/10/2009).
"Kerusakan di sana memang besar. Kita belum bisa menghitung kerugian semuanya. Saat ini kita masih mendata kembali," kata Anton.
Anton mengatakan pemerintah akan segera memperbaiki semua infrastruktur pertanian yang rusak akibat gempa di Sumbar, terutama di wilayah yang menjadi basis pertanian seperti Pariaman. Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan ulang. "Secepatnya akan kita perbaiki semuanya," ungkap Anton.
Dalam kesempatan itu Anton langsung meminta Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menjelaskan rencana perbaikan infrastruktur pertanian di Sumbar. Sebab Yogyakarta yang dulu juga tertimpa gempa bisa membangun kembali infrastruktur pertanian yang rusak.
Menurut Sultan, Yogyakarta akan membantu Sumbar untuk perbaikan beberapa saluran irigasi yang rusak di daerah Pariaman. Hal ini perlu dilakukan secepatnya agar lahan pertanian tidak puso.
"Perbaikan irigasi di antaranya akan dilakukan di wilayah Kecamatan Koto agar lahan pertanian tidak rusak atau puso sehingga menambah beban penderitaan rakyat di sana. Selain itu kita juga akan membantu memperbaiki rumah," pungkas Sultan.
(bgs/djo)











































