diduga sebagai tempat sembunyi Syaifuddin Zuhri dan M Syahrir. Pengintaian dilakukan seminggu sebelumnya.
"Warga laporan sudah seminggu ada orang bolak-balik di depan rumah," kata petugas Linmas, Mumuh saat berbincang dengan detikcom di Jl Semanggi, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Senin (12/10/2009).
Menurut Mumuh, petugas intel tersebut mengenakan baju kaos dan celana jeans. Mereka biasanya tidak sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mumuh mengaku, sebelum kejadian penggerebekan, dirinya sempat menegur salah
seorang intel Densus 88. Kepada Mumuh, intel tersebut mengaku sedang mengukur tanah.
Namun, Mumuh tidak langsung percaya. Mumuh menyuruh orang tersebut untuk melapor ke RT setempat.
"Dia bilang tunggu setelah Jumatan ntar jelas semua," ungkap Mumuh.
"Eh, pas pulang Jumatan, rumahnya sudah ramai (petugas Densus 88)," jelasnya.
Sebelumnya, rumah kos di Jl Semanggi, Ciputat Timur, Tangerang Selatan digerebek Tim Densus 88, Jumat, 9 Oktober 2009 lalu. Dua pria yang diduga pelaku teroris berhasil ditembak mati. Mereka adalah Syaifudin Zuhri bin Jaelani alias Udin dan M Syahrir alias Aing.
Selain itu polisi juga berhasil menangkap FR di Bekasi yang diduga kurir Syahrir.
(ape/anw)











































