Seperti dilansir AFP, Senin (12/10/2009), sambil membawa spanduk kuning bertuliskan "Ubah politik, selamatkan iklim", para aktivis berencana menginap di atas atap gedung parlemen semalam suntuk hingga pagi datang, ketika para anggota parlemen mulai bekerja sekembalinya dari rehat musim panas.
Para aktivis Greenpeace mendesak anggota parlemen Ingggris untuk ikut menandatangani 12 poin manifesto yang dibahas dalam pertemuan perubahan iklim PBB di Kopenhagen, Desember mendatang. Seorang anggota Greenpeace dari Bangalore, India, Brikesh Singh (29) mengatakan para aktivis meminta anggota parlemen membantu dunia dalam menghadapi masalah perubahan iklim. Politisi harus membangun ekonomi hijau dan menciptakan pekerjaan ramah lingkungan.
"Gedung ini menjadi induk dari semua parlemen dan Inggris menjadi salah satu negara berkembang dengan posisi terdepan. Kami ingin mereka (anggota parlemen) mengerti maksud kami, kalian menginginkan perjanjian penyelamatan bumi di Kopenhagen, maka kita perlu mengubah kebijakan iklim," seru dia dari atas atap.
Pertemuan perubahan iklim PBB digelar di Kopenhagen pada 7-18 Desember mendatang. Pertemuan yang diikuti oleh komunitas internasional ini dimaksudkan untuk melahirkan perjanjian mengenai iklim global yang baru untuk menggantikan Protokol Kyoto yang berakhir pada 2012 nanti.
Juru bicara Kepolisian Metropolitan mengatakan pihak kepolisian telah menegosiasikan dengan para aktivis mengenai aksi mereka ini, namun tidak ada penangkapan.
(nvc/nrl)











































