"Saya merasa senang dan lega setelah para pelaku terorisme bom di Indonesia tewas," kata salah seorang korban bom di JW Marriot 2003 Febby Frimansah di sela-sela peringatan bom Bali 2002 di monumen bom Bali, Legian, Kuta, Senin (12/10/2009).
Febby adalah menjadi korban di JW Marriot saat hendak membagikan kartu undangan menikahnya yang digelar dua pekannya lagi. Namun, ledakan bom para teroris membubarkan impiannya tersebut. Ia pun berharap, aksi teror bom tidak merusak kedamaian masyarakat Indonesia. "Mudah-mudahan tidak terjadi lagi bom di Indonesia," harapnya.
Meskipun para gembong teroris telah tewas, namun para korban bom di beberapa tempat di tanah air yang selamat masih was-was aksi teror terjadi lagi.
"Saya bersyukur potensi ledakan akan mengecil. Tetapi kita masih was-was karena sel-sel didikan Nurdin M Top masih ada," kata korban bom Kuningan 2004 Mulyono yang menderita patah tulang rahang akibat ledakan.
Para korban bom berharap pemerintah dan aparat kepolisian tetap waspada mencegah aksi terorisme bom di Indonesia. "Masyarakat juga harus waspada dan membantu usaha pemerintah," harap Mulyono.
(gds/djo)











































